Kamis, 22 Januari 2026 | 15:30:06 WIB | Dibaca : 0 Kali

Optimalisasi Sistem Penggajian ASN di Bappeda melalui Pendekatan Teori Kontrol

Optimalisasi Sistem Penggajian ASN di Bappeda melalui Pendekatan Teori Kontrol Teks foto:

Syulfiah Heni, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., memilih Control Theory sebagai dasar analisis untuk memahami optimalisasi sistem penggajian ASN di Bappeda. Ia melihat bahwa tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya manusia bukan hanya memastikan ketepatan waktu pembayaran, tetapi juga menciptakan sistem yang adil, transparan, dan mampu meningkatkan motivasi kerja pegawai.

Control Theory memberikan kerangka yang kuat untuk membangun sistem penggajian yang lebih efektif. Standar gaji dan tunjangan yang jelas, berbasis regulasi, serta dipantau melalui sensor digital seperti absensi elektronik dan laporan kinerja otomatis, menjadi fondasi penting. Mekanisme komparator berperan penting dalam membandingkan data aktual dengan standar yang ditetapkan, dan pentingnya memberikan makna yang jelas terhadap setiap umpan balik yang diterima pegawai. Ketika ditemukan ketidaksesuaian, organisasi dapat melakukan tindakan korektif seperti penyesuaian tunjangan, pemberian penghargaan, atau pelatihan tambahan. Instrumen psikologis seperti Action Control Scale dan Self Regulation Questionnaire dapat digunakan untuk menilai motivasi dan kendali diri pegawai, sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Sebagai gagasan profesional, Syulfiah mengusulkan penguatan teknologi informasi dan audit internal yang transparan untuk menjaga integritas data dan keadilan dalam penggajian. Ia meyakini bahwa penerapan prinsip Control Theory akan menghasilkan sistem penggajian yang lebih efisien, adil, dan mampu meningkatkan motivasi kerja ASN, sehingga mendukung pencapaian visi dan misi Bappeda secara berkelanjutan.

Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, ketika dimintai pendapat Syulfiah heni, gagasan ini memberikan nilai penting karena mampu menghubungkan teori kontrol dengan praktik pengelolaan ASN secara konkret. Dr. Chandra mengapresiasi ketajaman analisis Syulfiah dalam melihat hubungan antara standar, umpan balik, dan motivasi pegawai. Ia juga memberi catatan kritis bahwa keberhasilan sistem penggajian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada konsistensi komunikasi, keadilan persepsi, dan kepemimpinan yang mampu menjaga kepercayaan pegawai. Menurutnya, sistem penggajian yang transparan dan bermakna akan memperkuat budaya kerja yang sehat dan produktif.