Sabtu, 31 Januari 2026 | 4:28:44 WIB | Dibaca : 0 Kali

Bupati Ingatkan Usulan Musrenbang Harus Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan

Bupati Ingatkan Usulan Musrenbang Harus Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan Teks foto:

BANDAR LAKSAMANA — Bupati Bengkalis kembali menegaskan pentingnya penyusunan program pembangunan yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Syahruddin, SH., MM., saat membacakan sambutan tertulis Bupati pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bandar Laksamana, Kamis (29/1) di Kantor Camat Bandar Laksamana.

“Musrenbang merupakan tahapan strategis, wadah sekaligus ruang diskusi partisipatif. Karena itu, setiap usulan yang disampaikan harus benar-benar realistis, sesuai kebutuhan, bukan didasarkan pada keinginan, apalagi keinginan sesaat,” tegas Syahruddin.

Dipaparkan Syahruddin, bahwa peran Musrenbang menjadi lebih bermakna karena menjadi media utama konsultasi publik bagi segenap pemangku kepentingan untuk menyelaraskan prioritas pembangunan di setiap desa dan kecamatan dengan prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Bengkalis.

"Prinsip yang digunakan untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas tersebut adalah Musyawarah untuk mencapai mufakat," sebut Syahruddin.

Ia menambahkan, usulan program harus tepat sasaran, berkeadilan, berkelanjutan, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Inilah yang menjadi bagian penting agar setiap perencanaan pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Syahruddin juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merekap seluruh usulan yang disampaikan desa maupun kecamatan. Selain itu, OPD diminta memberikan jawaban yang realistis terhadap berbagai masukan yang muncul selama pelaksanaan Musrenbang.

Sebelumnya, Camat Bandar Laksamana, Ade Suwirman, S.STP., MAP., memaparkan sejumlah isu strategis di wilayahnya yang perlu penanganan serius. Salah satunya adalah abrasi yang terjadi di desa-desa yang berbatasan langsung dengan Selat Melaka, seperti Desa Sepahat, Api-Api, Parit Satu Api-Api, dan lainnya.

Selain abrasi, ancaman kebakaran juga masih menjadi perhatian, meski jumlah kejadian pada tahun 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.
“Masih banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, seperti pembangunan kantor Koramil, LAM, gedung serbaguna, serta perbaikan sejumlah bangunan sekolah,” kata Ade.

Pada sesi kedua, Kepala Bidang Pemerintah dan Pembangunan Manusia, Muhammad Ikhwan Syuhada S.STp, M.Si menyampaikan arah Kebijakan Pembangunan Daerah Tahun 2027. Menurut Ikhwan, tidak banyak yang berubah dari Arah dan Kebijakan Pembangunan pada tahun sebelumnya, hanya ada penambahan beberapa item sebagai bentuk penyempurnaan.

Pada 5 program unggulan misalnya, masih sama seperti sebelumnya. Seperti, bantuan 1 milyar satu desa dan tambahan 1 milyar satu kelurahan dan kecamatan. Beasiswa pendidikan khusus dan berprestasi, akses jaminan sosial dan kesehatan total bagi masyarakat, optimalisasi pelayanan transportasi antar pulau, pelayanan sistem kependudukan berbasis mobile.

Wawan juga menjelaskan tentang delapan program strategis pembangunan Pemkab Bengkalis, empat plaster pembangunan berbasis kawasan dan lainnya.

Musrenbang Kecamatan Bandar Laksamana dihadiri seluruh kepala desa dan ketua BPD se-kecamatan, perwakilan sejumlah OPD, serta Tim Percepatan Pembangunan yaitu H. Yuhelmi, H. Mustafa Kamal, dan H. Suparjo, beserta undangan lainnya.