Rabu, 25 Februari 2026 | 21:24:46 WIB | Dibaca : 0 Kali

ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 H, Jika Ini Ramadan Terakhir, Sudahkah Kita Siap?

Editor : Agustiawan - Reporter : - Fotografer :
ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 H, Jika Ini Ramadan Terakhir, Sudahkah Kita Siap? Teks foto: ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 H Bappeda kabupaten Bengkalis

BENGKALIS – Agenda ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan Bappeda Kabupaten Bengkalis memasuki hari ketiga, Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Musala Al Takhtit Bappeda tersebut dihadiri jamaah yang semakin bertambah dibanding hari sebelumnya.

Tausiah pada majelis ilmu kali ini disampaikan Ustadz Filusman, Lc utusan dari Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB). Dalam kajiannya, ustadz yang akrab disapa Filus ini mengangkat tema “Jika Ini Ramadan Terakhir, Sudahkah Kita Siap?”

Dalam penyampaiannya, Filusman mengajak jamaah melakukan refleksi diri tentang kesiapan menjalani Ramadan seolah menjadi Ramadan terakhir.

“Kalau ini Ramadan terakhir, apa yang harus aku lakukan?” tanya Filusman, yang sejenak membuat jamaah terdiam dan merenung.

Ia menekankan pentingnya memperbanyak doa, terutama untuk anak-anak, agar diberi keselamatan serta kekuatan menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Filusman juga mengingatkan bahwa doa di bulan Ramadan memiliki keistimewaan dibanding bulan lainnya.

“Jangan lupa doakan anak-anak kita. Semoga mereka menjadi suri teladan dan memperoleh keselamatan dunia serta akhirat,” ujarnya.

Dalam tausiah tersebut, Filusman mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang lama menantikan keturunan. Berkat doa yang terus dipanjatkan, Allah SWT mengabulkannya dengan menganugerahkan Nabi Ismail AS sebagai anak yang saleh dan sabar.

Ia menegaskan bahwa kesalehan seorang anak tidak terlepas dari doa orang tua, sebagaimana kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang sarat dengan pelajaran ketakwaan dan kesabaran.

Selain itu, Filusman juga mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momen terbaik dalam kehidupan dengan memperbanyak ibadah serta memperbaiki diri. Ia menjelaskan bahwa doa memiliki tiga kemungkinan jawaban dari Allah SWT.

Pertama, doa dikabulkan seketika sesuai permintaan. Kedua, doa dikabulkan dengan diganti sesuatu yang lebih baik. Ketiga, doa tidak dikabulkan di dunia, namun disimpan sebagai pahala dan dikabulkan di akhirat.

Kegiatan ASN Mengaji Ramadan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual aparatur sipil negara sekaligus menghadirkan suasana Ramadan yang penuh makna di lingkungan kerja.

Pun demikian, tidak hanya internal Bappeda saja menikmati kajian ini. Agenda ASN Mengaji terbuka untuk umum, baik ASN perangkat daerah lain maupun masyarakat.