Senin, 09 Maret 2026 | 20:12:51 WIB | Dibaca : 0 Kali

ASN Mengaji Bengkalis Bahas Tiga Golongan yang Merugi di Bulan Suci Ramadan

ASN Mengaji Bengkalis Bahas Tiga Golongan yang Merugi di Bulan Suci Ramadan Teks foto:

BENGKALIS – Kegiatan ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 Hijriah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis memasuki pekan ketiga. Pada Senin (9/3/2026), majelis ilmu tersebut diisi oleh Ketua Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB), ustadz Ahmad Sabli Afandi, S.Sos.

Kegiatan yang berlangsung di Musala Al Takhtit Bappeda itu dihadiri Kepala Bappeda Rinto didampingi Sekretaris Syahruddin serta puluhan karyawan dan karyawati Bappeda bersama perangkat daerah lainnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Sabli menyampaikan materi tentang tiga golongan orang yang tidak beruntung di bulan suci Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh kemuliaan dan ampunan dari Allah SWT. Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, serta setan-setan dibelenggu.

“Namun demikian, masih ada orang yang termasuk golongan celaka di bulan Ramadan,” ujarnya.

Golongan pertama adalah orang yang bertemu dengan Ramadan hingga bulan tersebut berakhir, namun dosa-dosanya tidak diampuni. Hal itu terjadi karena ia tidak memanfaatkan kesempatan untuk memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT.

Menurutnya, doa yang paling utama adalah memohon ampun kepada Allah SWT, karena kehidupan yang kekal dan abadi sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat.

Golongan kedua adalah orang yang ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut di hadapannya, namun ia tidak bershalawat kepada Nabi.

Sedangkan golongan ketiga adalah orang yang menyia-nyiakan kedua orang tuanya, baik ketika keduanya masih hidup maupun setelah wafat.

“Menjelang Hari Raya Idulfitri, hendaknya kita meluangkan waktu untuk pulang dan bersilaturahmi dengan orang tua. Jangan sampai kita melupakan jasa besar mereka dalam kehidupan kita,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Bengkalis Rinto menyampaikan bahwa kegiatan ASN Mengaji bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan bagi aparatur sipil negara.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ilmu dan meningkatkan kualitas diri.

“ASN Mengaji merupakan upaya kita mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik. Melalui majelis ilmu ini, kita dapat menjadikannya sebagai pedoman, pengingat, sekaligus meningkatkan rasa syukur serta kinerja dalam menjalankan tugas,”pungkasnya.