BENGKALIS – Dijadwalkan akhir Juni hingga awal Juli 2021, Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan Penanggulangan Stunting Kabupaten Bengkalis akan keliling kecamatan untuk menggelar bimbingan teknis pembekalan pemanfaatan aplikasi e-HDW.
“Insya-Allah sesuai agenda, mulai pekan keempat Juni, hingga awal Juli, kita akan membekali para Kader Pembangunan Manusia (KPM) stunding di setiap desa, terkait aplkasi e-HDW (e-Human Development Worker),” ungkap Ketua Tim Teknis Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, Sabtu 11 Juni 2021.
Bimtek yang bertujuan meningkatkan kualitas dan penguatan para Kader Pembangunan Manusia (KPM) stunting dan aparatur desa, khususnya kepala desa untuk berperan aktif untuk mencegah dan penanggulangan masalah stunting.
“Diharapkan melalui bimbingan teknis ini, kader maupun aparatur desa bisa berinovasi melakasnakan intervensi stunting di setiap desa masing-masing,” ungkap Hadi Prasetyo yang juga Kepala Bappeda
Dijelaskan Hadi Prasetyo, apalagi dalam upaya penanganan stunting ini dilengkapi dengan pemanfaatan teknologi berbasis elektronik yakni aplikasi e-HDW, makanya bimtek untuk masing-masing kader dan aparatur desa ini dinilai sangat penting.
Sebagaimana diketahui, aplikasi e-HDW ini diluncurkan oleh Kementerian Desa PDTT, yang bertujuan untuk mempermudah tugas dan fungsi kader desa. Melalui aplikasi mobile ini, maka kader desa dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.
Dikatakan Hadi selanjutnya aplikasi eHDW akan terintegrasi dengan sistem informasi EPPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dr Kemenkes dan akan menjadi dasar dalam penetapan lokasi desa prioritas (Desa Merah Stunting) dan rekomendasi intervensi lintas sektor.
“Insya-Allah sesuai agenda, mulai pekan keempat Juni, hingga awal Juli, kita akan membekali para Kader Pembangunan Manusia (KPM) stunding di setiap desa, terkait aplkasi e-HDW (e-Human Development Worker),” ungkap Ketua Tim Teknis Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, Sabtu 11 Juni 2021.
Bimtek yang bertujuan meningkatkan kualitas dan penguatan para Kader Pembangunan Manusia (KPM) stunting dan aparatur desa, khususnya kepala desa untuk berperan aktif untuk mencegah dan penanggulangan masalah stunting.
“Diharapkan melalui bimbingan teknis ini, kader maupun aparatur desa bisa berinovasi melakasnakan intervensi stunting di setiap desa masing-masing,” ungkap Hadi Prasetyo yang juga Kepala Bappeda
Dijelaskan Hadi Prasetyo, apalagi dalam upaya penanganan stunting ini dilengkapi dengan pemanfaatan teknologi berbasis elektronik yakni aplikasi e-HDW, makanya bimtek untuk masing-masing kader dan aparatur desa ini dinilai sangat penting.
Sebagaimana diketahui, aplikasi e-HDW ini diluncurkan oleh Kementerian Desa PDTT, yang bertujuan untuk mempermudah tugas dan fungsi kader desa. Melalui aplikasi mobile ini, maka kader desa dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.
Dikatakan Hadi selanjutnya aplikasi eHDW akan terintegrasi dengan sistem informasi EPPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dr Kemenkes dan akan menjadi dasar dalam penetapan lokasi desa prioritas (Desa Merah Stunting) dan rekomendasi intervensi lintas sektor.
Baca Juga
BENGKALIS – Setelah berlangsung selama tiga hari, Bengkalis Durian Fest 2026 resmi ditutup Bupati Bengkalis Kasmarni d
BENGKALIS – Capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bengkalis hingga tahun 2026 tela
BENGKALIS – Tim Supervisi RSSH ATM ADINKES (Asosiasi Dinas Kesehatan) seluruh Indonesia Provinsi Riau melakukan kegiat
BENGKALIS – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis menggelar rapat koordinasi bersama Orga












