BENGKALIS -Sebanyak 70 peserta masing-masing dari Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Satu Data Kabupaten Bengkalis Tahun 2022.
FGD ini diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di lantai IV Hotel Horizon Bengkalis, Rabu (30/11/2022).
Kepala Bappeda Bengkalis Rinto mengungkapkan, program Satu Data bukanlah hal baru. Sesuai Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia baru di kongkritkan dalam sebuah kebijakan.
"Sebelumnya tidak. Berbagai upaya dilakukan pemerintah secara nasional untuk menjadikan data sebagai basis perencanaan yang baik,"ungkapnya.
Di Bengkalis sendiri, sebut Rinto, Tahun 2020 di keluarkan Perbup Nomor 51 Tahun 2020 tentang Satu Data Kabupaten Bengkalis. Tapi sampai hari ini, implementasinya baru regulasi saja.
"Oleh karena itu hari ini dilaksanakan FGD Satu Data Kabupaten Bengkalis untuk kita terus meramu berbagai langkah langkah konsepsi yang memungkinkan. Sehingga nanti ditemukan kesepakatan bersama Satu Data Kabupaten Bengkalis semakin lebih baik,"cakapnya.
Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Andrius menyatakan FGD digelar bertujuan untuk peningkatan kapasitas pengetahuan seluruh aparatur produsen data.
"Dan penyamaan persepsi data kita terhadap standar data dan sebagainya. Terimakasih kawan-kawan Perangkat Daerah telah hadir, semoga Bengkalis Satu semakin bisa kita wujudkan bersama,"singkat Andrius.
Beberapa narasumber dihadirkan Bappeda dal FGD tersebut. Diantaranya, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Riau Emri Juliharnis, BPS dan Diskominfo Bengkalis.
FGD ini diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di lantai IV Hotel Horizon Bengkalis, Rabu (30/11/2022).
Kepala Bappeda Bengkalis Rinto mengungkapkan, program Satu Data bukanlah hal baru. Sesuai Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia baru di kongkritkan dalam sebuah kebijakan.
"Sebelumnya tidak. Berbagai upaya dilakukan pemerintah secara nasional untuk menjadikan data sebagai basis perencanaan yang baik,"ungkapnya.
Di Bengkalis sendiri, sebut Rinto, Tahun 2020 di keluarkan Perbup Nomor 51 Tahun 2020 tentang Satu Data Kabupaten Bengkalis. Tapi sampai hari ini, implementasinya baru regulasi saja.
"Oleh karena itu hari ini dilaksanakan FGD Satu Data Kabupaten Bengkalis untuk kita terus meramu berbagai langkah langkah konsepsi yang memungkinkan. Sehingga nanti ditemukan kesepakatan bersama Satu Data Kabupaten Bengkalis semakin lebih baik,"cakapnya.
Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Andrius menyatakan FGD digelar bertujuan untuk peningkatan kapasitas pengetahuan seluruh aparatur produsen data.
"Dan penyamaan persepsi data kita terhadap standar data dan sebagainya. Terimakasih kawan-kawan Perangkat Daerah telah hadir, semoga Bengkalis Satu semakin bisa kita wujudkan bersama,"singkat Andrius.
Beberapa narasumber dihadirkan Bappeda dal FGD tersebut. Diantaranya, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Riau Emri Juliharnis, BPS dan Diskominfo Bengkalis.
Baca Juga
BENGKALIS – Setelah berlangsung selama tiga hari, Bengkalis Durian Fest 2026 resmi ditutup Bupati Bengkalis Kasmarni d
BENGKALIS – Capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bengkalis hingga tahun 2026 tela
BENGKALIS – Tim Supervisi RSSH ATM ADINKES (Asosiasi Dinas Kesehatan) seluruh Indonesia Provinsi Riau melakukan kegiat
BENGKALIS – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis menggelar rapat koordinasi bersama Orga












