ASN Mengaji Edisi Ramadan, Ini Tiga Amalan dengan Ganjaran Pahala Besar

ASN Mengaji Edisi Ramadan, Ini Tiga Amalan dengan Ganjaran Pahala Besar Teks foto: ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 H Bappeda kabupaten Bengkalis

BENGKALIS – Agenda ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis memasuki hari kedua, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan ulama muda utusan Perkumpulan Mubaligh Bengkalis, Ustadz Muhammad Farduka, sebagai pengisi kajian.

Kajian atau tausiah bertajuk Membenahi Diri di Bulan Suci Ramadan tersebut diikuti karyawan dan karyawati Bappeda serta sejumlah aparatur perangkat daerah lainnya. Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Farduka mengajak peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas iman dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Ramadan tiba, pintu-pintu langit dan pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup. Hal itu menjadi isyarat agar umat Islam memperbanyak doa dan ibadah karena peluang dikabulkannya doa sangat besar pada bulan suci.\

“Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermuhasabah, menilai apakah keimanan kita lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ini momentum berbenah diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan tiga amalan yang memiliki ganjaran pahala besar namun kerap dilupakan saat bulan suci Ramadan.

Pertama, menjaga salat sunnah qabliyah dan ba’diyah. Menurutnya, amalan ini memiliki keutamaan besar bahkan pahalanya lebih besar dari sholat sunnah tarawih.

Kedua, tidak meninggalkan sahur. Ia menegaskan sahur mengandung keberkahan karena dilakukan Nabi Muhammad SAW. Rasullullah katanya, bersahur dengan tujuh butir kurma.

Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Pada bulan Ramadan, pahala membaca Al-Qur’an dilipatgandakan sehingga menjadi amalan utama untuk meningkatkan ketakwaan.

Ustadz Muhammad Farduka berharap ASN dapat memanfaatkan Ramadan sebagai bekal spiritual, bukan hanya menjalankan rutinitas ibadah, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.

“Semoga Ramadan menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kita kepada Allah SWT,”pungkasnya.

Sekretaris Bappeda Syahruddin yang hadir dalam majelis ilmu tersebut mengajak semua yang hadir memetik pelajaran dari kajian majelis ilmu tersebut dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
 


Baca Juga


Tulis Komentar