ASN Mengaji Edisi Ramadan, Ustadz Wahidin Ingatkan ASN Terus Tingkatkan Ketaqwaan

ASN Mengaji Edisi Ramadan, Ustadz Wahidin Ingatkan ASN Terus Tingkatkan Ketaqwaan Teks foto:

BENGKALIS – Kegiatan ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 Hijriah di Musala Al Takhtit Bappeda Kabupaten Bengkalis kembali digelar, Selasa (3/3/2026). Kali ini, tausiah disampaikan oleh Ustadz Wahidin, S.Pd.I, utusan Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB).

Imam Masjid Jami’ Desa Kelapapati tersebut mengangkat tema “Tamu Tak Diundang: Menyiapkan Diri Bertemu Malaikat Maut.” Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun.

“Sesungguhnya yang pasti itu adalah kematian. Mau ditunggu ataupun tidak, ia pasti datang kepada kita semua,” ujarnya di hadapan para ASN yang mengikuti majelis ilmu tersebut.

Ia menegaskan bahwa agama menganjurkan umat Islam untuk senantiasa mengingat kematian. Dengan sering mengingat kematian, hati akan menjadi lebih lembut dan, insyaallah, terhindar dari perbuatan mudarat dan maksiat.

Menurutnya, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan, namun harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, sakaratul maut merupakan fase yang berat dan menjadi ujian terakhir bagi setiap manusia.

“Malaikat Izrail datang tanpa pemberitahuan. Karena itu yang perlu kita siapkan adalah bekal,” katanya.

Bekal yang dimaksud adalah memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, serta senantiasa berzikir dan istiqamah di jalan Allah SWT. Ia juga mengingatkan bahwa saat sakaratul maut, godaan iblis sangat kuat untuk menggoyahkan keimanan seseorang.

“Barang siapa yang akhir hidupnya mampu mengucapkan La ilaha illallah, itu menjadi salah satu tanda husnul khatimah dan tiket menuju surga Allah SWT,” jelasnya.

Ustadz Wahidin juga menyampaikan bahwa bagi orang beriman, saat didatangi malaikat pencabut nyawa, Allah mengutus malaikat yang menenangkan dan membisikkan agar tidak takut dan bersedih.

Setelah ruh dicabut atas izin Allah SWT, manusia akan memasuki alam kubur sebagai fase awal kehidupan akhirat. Karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri.

“Kalau kita ingin selamat dunia dan akhirat, jalankan apa yang diperintahkan Allah SWT dan tinggalkan apa yang menjadi larangan-Nya,” pesannya.

Kegiatan ASN Mengaji ini menjadi agenda rutin selama Ramadan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.


Baca Juga


Tulis Komentar