Teks foto: Bappeda Kabupaten Bengkalis Fasilitasi Sosialisasi Pemberdayaan Sumberdaya Wanita dari PPSW
BENGKALIS – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis mendukung penuh pelaksanaan Program Lanskap Sungai Linau di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, sebagai upaya pemberdayaan perempuan desa dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (P2M), Sugeng Santoso, saat menghadiri audiensi dan sosialisasi pemberdayaan sumber daya wanita oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Riau, yang difasilitasi Bappeda, Senin (27/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur PPSW Riau Herlia Santi, Project Lead Delivery Proforest Indonesia Putri Rengganis, serta perangkat desa dari wilayah yang menjadi lokasi program, yakni Desa Sungai Linau, Sadar Jaya, Sumber Jaya, dan Tanjung Damai.
Program Lanskap Sungai Linau merupakan inisiatif pemberdayaan yang dijalankan PPSW Riau bersama Proforest Indonesia untuk meningkatkan mata pencaharian alternatif masyarakat di desa-desa sasaran.
Program tersebut melibatkan kelompok perempuan dari Desa Sumber Jaya, Tanjung Damai, dan Sungai Linau, dengan fokus pada pengembangan usaha produksi lidi sawit serta penguatan kapasitas kelompok perempuan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menjaga kelestarian biosfer sambil mengembangkan ekonomi berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sugeng Santoso menyampaikan bahwa Bappeda memiliki peran strategis dalam memastikan setiap perencanaan pembangunan daerah berbasis pada kearifan lokal serta potensi wilayah desa.
“Peningkatan pemberdayaan perempuan desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi pedesaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan mewujudkan kesetaraan gender di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan peran perempuan desa perlu diwujudkan melalui akses pelatihan, dukungan permodalan, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat penting agar perempuan semakin berdaya dalam pembangunan, meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Bappeda, lanjut Sugeng, terus mendorong sinergi lintas OPD dan stakeholder terkait agar setiap program dan kebijakan yang direncanakan tepat sasaran serta berpihak pada pemberdayaan perempuan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan akan tercipta dampak positif yang besar bagi pembangunan ekonomi desa. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara menyeluruh,” katanya.
Ia menegaskan, ketika perempuan berdaya secara ekonomi, mereka cenderung mengalokasikan penghasilannya kembali untuk keluarga dan komunitas sehingga menciptakan efek berganda yang menguntungkan seluruh masyarakat.
Program Lanskap Sungai Linau diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan, dengan menempatkan perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga
BENGKALIS – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau akan melaksanakan kegiatan Evalu
PEKANBARU – Mengisi momen Idul Fitri 1447 H, keluarga besar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupat
BENGKALIS –Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis kembali melaksanakan kegiatan jalan seha
BENGKALIS — Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang











