BENGKALIS – Kegiatan ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi yang digelar Bappeda Kabupaten Bengkalis memasuki pekan kedua atau pertemuan kelima, Senin (2/3/2026). Pada kesempatan tersebut, kajian mengangkat tema Fardu Kifayah.
Dipusatkan di Musala Al Takhtit, ASN dan staf Bappeda kembali meramaikan majelis ilmu yang rutin dilaksanakan bulan Ramadan ini. Tidak hanya internal Bappeda, aparatur dari sejumlah Perangkat Daerah lain juga memanfaatkan waktu istirahat siang untuk melaksanakan salat Dzuhur berjamaah sekaligus mengikuti kajian.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB) ini menghadirkan Ustadz Samsul, S.Pt sebagai penceramah. Turut hadir Kepala Bappeda Rinto didampingi Sekretaris Syahruddin.

Dalam sambutannya, Rinto menyampaikan bahwa ASN Mengaji merupakan bagian dari upaya memanfaatkan momentum Ramadan sebaik-baiknya di tengah kesibukan tugas kedinasan.
“Ini bagian dari rencana kita untuk menambah ruang memanfaatkan keberkahan Ramadan. Di tengah kesibukan urusan dunia, kita sejenak menimba ilmu bersama ustadz untuk dibawa dan diamalkan dalam kehidupan berkeluarga maupun bertetangga,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan menghadiri majelis ilmu tersebut agar nilai-nilai yang diperoleh tidak berhenti sebatas teori, melainkan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Samsul mengawali kajian dengan mengingatkan jamaah tentang nikmat Allah SWT yang sering kali baru disadari setelah dicabut.

“Nikmat itu terasa ketika sudah hilang. Contohnya nikmat sehat dan waktu luang. Saat tangan kita kotor, kita dengan mudah memutar keran untuk mencucinya. Itu nikmat yang sering kita abaikan,” ungkapnya.
Memasuki inti kajian, ia menjelaskan perbedaan antara fardu kifayah dan fardu ain. Fardu kifayah, kata dia, adalah kewajiban yang apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugur kewajiban bagi yang lainnya. Salah satu contohnya adalah pengurusan jenazah.
“Ketika ada yang meninggal di suatu pemukiman, lalu sudah ada dua atau tiga orang yang mengurus jenazahnya, maka gugurlah kewajiban yang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan yang sering muncul adalah minimnya kesiapan umat dalam menghadapi kewajiban fardu kifayah, khususnya saat berhadapan dengan jenazah. Padahal, peristiwa kematian merupakan pengingat bahwa seluruh kenikmatan dunia suatu saat akan diputus oleh Allah SWT.
“Mengurus jenazah bukan hal yang tabu. Kita semua hanya menunggu giliran. Karena itu, ziarah dan melihat ta'ziah dapat menjadi pelajaran bahwa kita pun akan mengalaminya,” tuturnya.
Ustadz Samsul menegaskan, fardu kifayah sejatinya merupakan bentuk ibadah sosial yang memperkuat kepedulian dan kebersamaan umat. Melalui kajian ini, diharapkan para ASN tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga siap mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga
BENGKALIS — Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang
BENGKALIS – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis menutup rangkaian kegiatan ASN Meng
BENGKALIS — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis, Selasa (10/3/2026) menggelar Rapat For
BENGKALIS – Kegiatan ASN Mengaji Edisi Ramadan 1447 Hijriah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupate











