FITRA Riau dan Pemkab Bengkalis Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Program Tata Kelola SDA

FITRA Riau dan Pemkab Bengkalis Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Program Tata Kelola SDA Teks foto:

BENGKALIS -Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau mempelopori upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis melalui Program Tata Kelola Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di wilayah penghasil migas.

Hal tersebut terungkap dalam kick off meeting Koordinasi dan Sosialisasi Program Tata Kelola SDA untuk Percepatan Transisi Energi serta Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dalam Mengurangi Ketimpangan dan Kemiskinan di Kabupaten Bengkalis, Selasa (13/1/2026), di Ruang Rapat Zahari, Kantor Bappeda Bengkalis.

Kegiatan yang diselenggarakan FITRA Riau ini disambut langsung Kepala Bappeda Bengkalis, Rinto, SE, M.Si, serta dihadiri sejumlah Perangkat Daerah dan pemangku kepentingan.

Ketua FITRA Riau, Tarmizi, menjelaskan program tersebut bertujuan menyelaraskan rencana kerja FITRA dengan arah kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam mendorong tata kelola Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang lebih adil, transparan, dan berdampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan di daerah penghasil SDA.

"Program ini akan dilaksanakan selama 19 bulan ke depan dengan dukungan dan kerja sama Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Fokusnya adalah penguatan tata kelola SDA migas untuk kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, khususnya di desa-desa penghasil," ujar Tarmizi.

Ia menyoroti fenomena resource curse atau kutukan sumber daya alam, di mana daerah yang kaya migas justru masih dihadapkan pada kemiskinan. Karena itu, FITRA Riau akan melakukan intervensi langsung di tingkat desa, termasuk penguatan ekonomi lokal dan pengarusutamaan kesetaraan gender.

Untuk Kabupaten Bengkalis, FITRA Riau menetapkan tiga desa sasaran, yakni Desa Muara Basung sebagai desa penghasil migas, Desa Bathin Sebanga dengan potensi HTI, migas, dan perkebunan, serta Desa Sungai Nibung yang juga merupakan desa penghasil migas dan kebun. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Desa Sebangar, Bumbung, dan Tengganau, sehingga total terdapat enam desa yang diperkuat kegiatan ekonominya.

Kepala Bappeda Bengkalis, Rinto, menyampaikan bahwa diskusi dalam kick off meeting tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif FITRA Riau yang telah berjalan sejak tahun lalu dengan dukungan Ford Foundation.

"Pendekatan pembangunan memang harus terus diperbaiki. Inovasi tidak boleh berhenti. Hari ini FITRA Riau mempelopori dan menginisiasi program tata kelola SDA di Bengkalis, dan kami berharap mendapat dukungan semua pihak, terutama saat implementasi di lapangan,"kata Rinto.

Ia mengakui tantangan terutama persoalan kesejahteraan di wilayah penghasil migas Bengkalis masih cukup besar, meskipun terdapat ribuan sumur minyak di daratan seperti di Desa Sungai Nibung Siak Kecil. Pun memiliki banyak sumur minyak londisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Daerah penghasil seharusnya lebih maju dan lebih sejahtera. Paling tidak, program ini bisa menjadi model pendekatan pembangunan yang lebih berpihak kepada wilayah basis penghasil,”terangnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis katanya, sudah melakukan berbagai intervensi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Baik melalui BKK Bermasa maupun memacu desa desa penghasil untuk lebih hebat dari yang lain.

"Paling tidak ini bisa menjadi semacam sampel pendekatan secara khusus agar penekanan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat dan wilayah basis penghasilan jauh lebih daripada daerah lain,"pungkasnya.


Baca Juga


Tulis Komentar