BENGKALIS- Ketua Komite Nasional Man and Biosphere (MAB) UNESCO Indonesia LIPI Prof. Dr. Enny Sudarmonowati mengutarakan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (CB GSK-BB) harus diambil manfaatnya untuk pembangunan berkelanjutan.
Manfaat yang diambil kata Enny, tentu dengan memanfaatkan GSK untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat. Terutama pada zona penyangga dan zona transisi. Dengan pendapatan masyarakat yang sudah lumayan terjamini, tentu kawasan dan zona inti tidak akan terganggu.
"Rencananya tentu saja bagaimana mengimplementasikan atau mengambil manfaat dari CB GSK BB ini, karena status internasional itukan mahal, mendapatkannya susah, bagaimana bisa memanfaatkan itu untuk pembangunan berkelanjutan,"ucap Prof. Dr. Enny Sudarmonowati usai Rapat Forum Kordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB. Perempuan yang juga menjabat Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati berharap kerja aksi pengelolaan CB GSK-BB benar-benar dilakukan dengan mengesampingkan ego sektoral.
Kemudian imbuhnya, setelah action pengelolaan dilakukan, hal lain harus disusul dengan aksi penyadaran tahuan.
"Apa arti cagar bisofer, orang banyak mengartikan cagar biosfer itu cagar yang tidak bisa diapa- apaian. Tapi justru kita harus melakukan aksi berkelanjutan,"pungkasnya.
Manfaat yang diambil kata Enny, tentu dengan memanfaatkan GSK untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat. Terutama pada zona penyangga dan zona transisi. Dengan pendapatan masyarakat yang sudah lumayan terjamini, tentu kawasan dan zona inti tidak akan terganggu.
"Rencananya tentu saja bagaimana mengimplementasikan atau mengambil manfaat dari CB GSK BB ini, karena status internasional itukan mahal, mendapatkannya susah, bagaimana bisa memanfaatkan itu untuk pembangunan berkelanjutan,"ucap Prof. Dr. Enny Sudarmonowati usai Rapat Forum Kordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB. Perempuan yang juga menjabat Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati berharap kerja aksi pengelolaan CB GSK-BB benar-benar dilakukan dengan mengesampingkan ego sektoral.
Kemudian imbuhnya, setelah action pengelolaan dilakukan, hal lain harus disusul dengan aksi penyadaran tahuan.
"Apa arti cagar bisofer, orang banyak mengartikan cagar biosfer itu cagar yang tidak bisa diapa- apaian. Tapi justru kita harus melakukan aksi berkelanjutan,"pungkasnya.
Baca Juga
BENGKALIS - Bupati Bengkalis Kasmarni meluncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II yang memuat
BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) resmi menandatangani Memo
BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendorong penguatan
BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melakukan penguatan kolaborasi lintas sektor melalui Program Bengkalis Lest












